SELAMAT DATANG DI PORTAL AGARA ONLINE BUMI SEPAKAT SEGENAP. Ulang lupeken Pepatah Kalak Ndube, “ SEPAKAT SEGENEP KITE KEKHINE”, “LEPAS NI HAMBAT TADING NI ULIHI”

Kadisdikpora Agara: Persentase Kelulusan UN SMA/MA di Agara Capai 99,89 Persen

Persentase kelulusan Ujian Nasional siswa SMA, dan MA Negeri dan Swasta di Kabupaten Aceh Tenggara tahun ajaran 2010/2011 ini mencapai 99,89 persen. Sedangkan presentase kelulusan Ujian Nasional jenjang SMK Negeri dan Swasta Kabupaten Aceh Tenggara Tahun Pelajaran 2010/2011 mencapai 99,04 persen.Dan jumlah kelulusan SMA dan MA tersebut melampaui persentase kelulusan secara nasional 99,23 persen. "Tingginya persentase kelulusan siswa kita tentunya tidak terlepas dari peran serta semua, baik pihak dinas pendidikan yang bekerjasama dengan sekolah, guru maupun siswa sendiri yang jauh-jauh hari telah mempersiapkan diri untuk menghadapi UN,". Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Aceh Tenggara, H. Ali Basrah, S.Pd, MM di ruang kerjanya kepada MAI, Selasa, (24/5).

Lebih lanjut Kadisdikpora memaparkan, bahwa Tahun ajaran 2010/2011 ini, Ujian Nasional tingkat SMA dan MA di Aceh Tenggara diikuti sebanyak 2.651 peserta dari 23 Kabupaten/Kota di daerah itu. Dari jumlah tersebut, siswa yang dinyatakan lulus sebanyak 2.648 orang, sedangkan yang tidak lulus sebanyak 3 orang.

Sedangkan jumlah pengikut Ujian Nasional jenjang SMK Negeri dan Swasta Kabupaten Aceh Tenggara Tahun Pelajaran 2010/2011 sebanyak 627 orang dan yang dinyatakan lulus Ujian Nasional sebanyak 621 orang, dan yang tidak lulus sebanyak 6 orang.

Dengan pencapaian presentase kelulusan yang luar biasa ini, merupakan suatu tantangan berat bagi kita kedepan. Karena untuk tahun ajaran 2011/2012 Ujian Nasional terdiri dari 20 paket soal dan paket soal tersebut berbeda dengan siswa yang satu dengan yang lain meskipun dalam satu ruang.

"Tahun ajaran 2010/2011 evaluasi UN terdiri dari 20 paket soal, dan paket soal tersebut sudah berbeda denganh siswa yang sati dengan yang lainnya, " ujar Kadisdikpora.

Menyikapi hal tersebut lanjut Kadisdikpora, pihaknya akan terus dan berupaya untuk melakukan langkah-langkah,dan menciptakan berbagai strategi terutama melakukan evaluasi secara nasional kepada para guru yang khusus mengajar pada mata pelajaran,guna meningkatkan kapasitas terhadap para guru tersebut.

Disamping itu, pihaknya juga telah membuat suatu kerjasama dengan siswa melalui proses jam tambahan yang kegiatannya focus pada soal yang akan diproyeksikan dan diujikan pada tahun 2011/2012 nanti.

Dengan demikian, perlunya diproyeksikan hal tersebut dikarenakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dalam setiap tahunnya telah membuat standar kisi-kisi soal yang mengacu kepada standar kompetensi, dan kompetensi dasar pada masing-masing jenjang pendidikan, serta sudah dipisah-pisahkan untuk semua jurusan dan sesuai dengan jenjang pendidikan.

Misalnya, pada jenjang pendidikan SMA ada bahasa, IPA, IPS, dan proyeksinya sudah dibuat dan standar kompetensinya nanti melahirkan bank soal. Melalui bank soal tersebut selama satu tahun yang sudah disiapkan sebagai materi tambahan.

Untuk itu, pihaknya dalam setiap tahun selalu membuat kiat-kiat dan strategi sukses guna menghadapi Ujian Nasional. Adapun berbagai kiat dan strategi yang dilakukan diantaranya dengan berbagai tahapan seperti mengikuti try out, uji coba materi ujian, dan bekerjasama dengan para orang tua siswa sejauh mana tanggung jawab sebagai orang tua dirumah.

"Kita dalam setiap tahun selalu membuat kiat-kiat dan berbagai strategi untuk menghadapi Ujian Nasional, baik melalui try out, uji coba, juga selalu melakukan kerjasama dengan para orang tua siswa sejauh mana tanggung jawabnya sebagai orang tua di rumah," ujar-nya sambil menahan rasa sakit ditangannya akibat terkilir.

"Tangan boleh sakit tetapi otak atau pikiran serta tenaga harus tetap bekerja, imbuhnya.

Rintisan Sekolah Berstandar Internasional

Ketika ditanyakan tentang program Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSBI), Kadisdikpora menjelaskan, Kemendiknas telah menetapkan bahwa guna memperbaiki sekolah ada langkah standar pendidikan, mulai dari Standar isi, standar tenaga pendidikan, standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Dan dari keseluruhan standar tersebut dievaluasi oleh Kemendiknas, mana sekolah-sekolah yang diprediksikan menjadi sekolah RSBI, kemudian  apa yang telah dipenuhi oleh sekolah yang mengajukan tersebut sisanya dibantu.

Program Kemendiknas guna meningkatkan kualitas pendidikan baik di Kabupaten/Kota yang ideal dengan persyaratan yang ada, dan kita mengajukan. Selanjutnya pihak Kemendiknas yang melakukan evaluasi  dan verifikasi. Di Kabupaten Aceh Tenggara sendiri saat ini telah memiliki RSBI tingkat SMA,SMK dan SMP.

Sementara itu untuk Kutacane, bisa dilihat saat ini sedang mempersiapkan infrastruktur, dan aspek sarana dan prasarana untuk melakukan pembenahan dengan sumber dana dari anggaran APBD. "Untuk Kutacane seperti yang bisa kita lihat, saat ini tengah mempersiapkan infrastruktur dan aspek sarana & prasarana untuk melakukan pembenahan, "pungkasnya.

sumber : http://www.maiberita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=236:kadisdikpora-agara-persentase-kelulusan-un-smama-di-agara-capai-9989-persen&catid=40:headline&Itemid=69

ads

Ditulis Oleh : Saydina Selian Hari: 14.53 Kategori:

0 comments:

Posting Komentar

 

VISITOR