SELAMAT DATANG DI PORTAL AGARA ONLINE BUMI SEPAKAT SEGENAP. Ulang lupeken Pepatah Kalak Ndube, “ SEPAKAT SEGENEP KITE KEKHINE”, “LEPAS NI HAMBAT TADING NI ULIHI”

Rute Medan-Kutacane Akan Dievaluasi

Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengevaluasi jalur penerbangan Medan-Kutacane, menyusul jatuhnya pesawat komersil jenis Casa 212-200 milik maskapai Nusantara Buana Air (NBA) yang menewaskan 18 orang di pegunungan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.
<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a194c574&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=645&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a194c574' border='0' alt='' /></a>
Berdasarkan hasil analisis sementara, jalur penerbangan Medan-Kutacane tergolong yang paling berat di Indonesia, karena tiupan angin di wilayah itu bisa mencapai 20 hingga 30 knot per jam.
Kekuatan angin itu, disebut Freddy, cukup ampuh mengguncangkan pesawat jenis casa yang berbobot jauh lebih kecil dibandingkan boeing.
“Evaluasi pasti dilakukan, karena ini sangat berkaitan dengan keselamatan penumpang,” kata Freddy di Markas Lanud Medan, Jalan Adi Sucipto, Medan Polonia, Sabtu (1/10/2011).
Untuk sementara, Freddy menduga faktor cuaca menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan maut itu. Sebab dari hasil laporan yang diterimanya, kondisi pesawat naas itu laik terbang. Ia menduga mesin pesawat mengalami turbulence akibat tiupan angin kencang hingga akhirnya jatuh di pegunungan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.
“Masalah bukan pada pesawat, tapi pada cuaca yang sangat buruk,” tandasnya.
Belum dijelaskannya secara rinci siapa-siapa saja yang masuk dalam tim yang akan  mengevaluasi jalur penerbangan tersebut, termasuk langkah alternatif yang akan diambil seandainya jalur Medan-Kutacane tak lagi digunakan.
Tapi, kata Freddy, evaluasi itu akan dilakukan dengan secermat mungkin, demi menghindari terulangnya kecelakaan maut tersebut.
Proses evakuasi yang dilakukan Basarnas dinilainya sudah berjalan sesuai prosedur. Freddy mengaku sama sekali tidak melihat ada kelambanan tim SAR dalam melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat, dan memberikan pertolongan kepada korban. “Medannya memang cukup berat, kalau dikatakan lamban, itu semua karena cuacanya yang sangat buruk. Sudah cukup bagus kerja tim SAR,” tukasnya.
Sebelum Freddy tiba di Medan, rombongan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang berjumlah 10 orang sudah terlebih dahulu tiba di Medan. Namun tak satu pun petugas KNKT bersedia memberikan keterangan kepada wartawan terkait kineja mereka di Medan.

Sumber: Serambi Indonesia

ads

Ditulis Oleh : Saydina Selian Hari: 09.02 Kategori:

0 comments:

Posting Komentar

 

VISITOR