SELAMAT DATANG DI PORTAL AGARA ONLINE BUMI SEPAKAT SEGENAP. Ulang lupeken Pepatah Kalak Ndube, “ SEPAKAT SEGENEP KITE KEKHINE”, “LEPAS NI HAMBAT TADING NI ULIHI”

Bumi Galus Amblas

* Satu Kampung Terancam Tertimbun Longsoran Bukit
* Kodim 0113 Siaga Hadapi Kemungkinan Terburuk


BLANGKEJEREN - Perbukitan di Kampung Badak Uken (ada yang menyebut Kampung Blang Temung), Kecamatan Dabun Gelang (sebelumnya masuk Kecamatan Blangkejeren), Kabupaten Gayo Lues (Galus), sejak beberapa hari terakhir amblas dan terdapat retakan di sejumlah titik. Fenomena ini memunculkan panik massal sehingga hampir seluruh warga kampung tersebut mengungsi.

Badak Uken adalah satu dari 12 kampung di Kecamatan Dabun Gelang yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Blangkejeren. Kampung ini berjarak sekitar 1,5 jam bersepeda motor dari Blangkejeren (ibu kota Galus) melewati jalanan yang belum beraspal, sungai, dan naik turun perbukitan. Perkampungan di arah timur Blangkejeren ini diapit dua gugusan perbukitan yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara.

Wartawan Serambi di Galus melaporkan, sejak dua hari lalu warga Badak Uken yang umumnya petani serai wangi dikagetkan dengan kondisi tanah perbukitan (areal perkebunan) amblas dengan kedalaman bervariasi. Ada yang sedalam lutut orang dewasa dan ada pula yang baru beberapa centimeter saja. Luasan amblas juga tidak seragam namun ada yang mencapai lebih kurang 50 x 50 meter. Selain amblas juga terlihat retakan tanah di sana-sini dan ada titik-titik yang bergeser. Jarak terdekat lokasi amblas dengan rumah masyarakat ada yang cuma 20 meter.

“Menurut perkiraan sementara total areal yang amblas, retak, dan bergeser mencapai lima hektar. Fenomena ini sangat menakutkan warga karena bukit itu bisa saja longsor dan menimbun permukiman. Berdasarkan kesepakatan dengan masyarakat, kita putuskan mengungsikan mereka ke lokasi aman,” kata Wakil Bupati (Wabup) Galus, Adam SE di sela-sela meninjau lokasi pengungsian dan kondisi Kampung Badak Uken, Rabu (5/12). Dalam peninjauan itu, Wabup didampingi Unsur Muspida Plus, Sekda, dan Kepala Dinas/Badan di jajarannya.

Menurut Wabup Galus, sangat besar potensi terjadi longsor akibat tanah amblas, retak, dan bergeser itu. Karenanya Pemkab Galus bisa memaklumi jika banyak warga setempat lebih memilih mengungsi, apakah ke tempat-tempat sanak saudara di desa lain atau ke kamp yang telah disediakan.

Pantauan Serambi, pihak PMI bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Galus telah mendirikan tenda di satu hamparan berjarak sekitar satu kilometer dari kawasan rawan (masih di wilayah Badak Uken). Hingga Rabu (5/12) sore tercatat 125 kepala keluarga (KK) dari total 145 KK (690 jiwa) penduduk di desa yang terdiri tiga dusun itu sudah menempati tenda pengungsian. Mereka membawa perbekalan seperlunya. Sedangkan sebagian kecil masih bertahan di rumah masing-masing dan ada pula yang pindah sementara ke desa tetangga, seperti Sangir dan Badak Umah, masih di Kecamatan Dabun Gelang.

Dandim 0113/Galus melalui Kasdim Mayor Adji, mengatakan, pihak TNI siaga untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi terburuk menyangkut ekses amblas dan retakan tanah yang berada di atas permukiman. Di samping itu, Kodim 0113 juga siap mendirikan tambahan tenda jika terjadi tambahan pengungsi.(c40)

Air Empat Warna dari Bukit Serai  

PERMUKIMAN paling ujung di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues (Galus) itu bernama Badak Uken, namun banyak juga yang menyebutnya Blang Temung. Kampung yang terdiri tiga dusun berpenduduk 145 kepala keluarga (KK) atau sekitar 690 jiwa itu berada di dataran tinggi dan diapit oleh dua deretan perbukitan. Mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup di sektor pertanian sebagai petani serai wangi.

Lahan serai wangi masyarakat Badak Uken berada di perbukitan sekitar desa. Tak sedikit pula yang langsung berumah di lahan usaha. Namun sejak beberapa hari terakhir ini masyarakat setempat dilanda ketakutan. Tanah perbukitan tempat mereka berusaha amblas, retak, bahkan ada yang bergeser. Jika bukit itu benar-benar longsor atau amblas, bukan saja lahan usaha mereka yang lenyap tetapi juga bisa menimbun permukiman. Warga Badak Uken benar-benar sedang berada dalam ancaman.

Pemkab Galus sudah melakukan pertemuan dengan unsur pimpinan, tokoh-tokoh, dan masyarakat Badak Uken untuk mencari solusi terbaik menghadapi ancaman tersebut. Salah satu solusinya adalah merelokasi warga (kampung) Badak Uken ke tempat yang lebih aman. Tampaknya usulan itu diterima oleh mayoritas masyarakat setempat. Pemkab Galus juga sudah membentuk tim untuk relokasi termasuk membebaskan lahan masyarakat.

“Ya, secara keseluruhan warga Badak Uken sepakat direlokasi ke tempat aman.  Lokasi baru disepakati tidak jauh (maksimal lima kilometer) dengan lokasi yang sekarang,” kata Camat Dabun Gelang, Khairuddin kepada Serambi.

Camat Khairuddin juga menceritakan, ketika hujan, air yang turun dari gunung ke permukiman dan selanjutnya ke aliran sungai selalu berubah-ubah warna, namun lazimnya terdiri empat warna yaitu merah dan hitam kemudian kuning dan coklat. “Belum ada penelitian kenapa bisa begitu. Namun yang pasti sejak terjadinya fenomena amblasnya perbukitan masyarakat semakin takut dan harus secepatnya direlokasikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diharapkan,” demikian Camat Dabun Gelang.(c40)

Harus Direlokasi

JUMLAH warga Badak Uken yang sudah mengungsi hingga Rabu (5/12) mencapai 125 KK dari total 145 KK (690 jiwa) yang ada dalam tiga dusun di desa itu. Berdasarkan pengamatan kami di lokasi, lokasi yang amblas dan retak sudah mencapai lima hektar lebih meski lokasinya terpisah-pisah. Areal amblas terluas mencapai 50 x 50 meter. Desa Badak Uken sangat berpotensi atau rawan tanah longsor, karenanya warga Badak Uken harus direlokasi ke lokasi lain yang lebih aman.
* Djamaluddin, Kepala BPBD Galus. (c40)

Bantuan Masa Panik

PEMKAB Galus sudah menyalurkan bantuan masa panik kepada pengungsi yang kini menempati tenda pengungsian di lokasi yang berjarak sekitar satu kilometer dari pusat permukiman Badak Uken yang terancam tanah longsor. Lokasi tersebut mampu menampung keseluruhan warga dari Badak Uken. Kami juga sudah melaporkan peristiwa ini ke Dinas Sosial Provinsi Aceh dan BPBA. Kemungkinan bantuan dari provinsi segera dikirim.
* Idris Arlem, Kadis Sosial Galus.(c40)
 
Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2012/12/06/bumi-galus-amblas

ads

Ditulis Oleh : Saydina Selian Hari: 06.43 Kategori:

0 comments:

Posting Komentar

 

VISITOR